Urutan Pelaksanaan Upacara Melasti
- Umat Hindu melaksanakan upcara melasti dan tawur agung kesanga
dalam rangkaian pelaksanaan hari raya Nyepi. Upacara melasti ini
diadakan tepat pada Tilem Kesanga. Melasti dan tawur agung kesanga ini
bertujuan untuk memohon tirta amertha sebagai air pembersih dari Hyang
Widhi sekaligus pula menghilangkan unsur-unsur bhuta yang dapat
mengganggu pelaksanaan hari Nyepi.
- Prosesi melasti dimulai dengan persiapan iring-iringan umat serta jempana dan barong yang akan diarak menuju tempat sumber air. Sumber air yang menjadi tujuan prosesi melasti ini adalah danau atau pantai yang letaknya tidak jauh dari Pura di desa terdekat. Umat yang hadir berjalan beriringan dengan membawa sarana-sarana upacara menuju sumber air (sungai, danau, pantai) dengan diiringi tabuh beleganjur.
- Di tepi sumber air itu, upacara melasti dilanjutkan dengan prosesi
pengambilan air suci untuk membersihkan sarana-sarana upacara termasuk
jempana dan barong. Dalam upacara ini dilaksanakan persembahyangan
bersama. Setelah persembahyangan bersama seluruh sarana-sarana upacara
serta barong dibawa kembali ke pura.
- Upacara melasti kemudian dilanjutkan dengan upacara tawur agung yang
dilaksanakan di pelataran parkir Pura. Dalam upacara tawur agung ini
dihaturkan persembahan berupa caru yang ditujukan kepada para bhuta.
Setelah penghaturan caru dilakukan prosesi pengerupukan dengan
membunyikan kentongan dan membakar obor. Api dari obor dan suara dari
kentongan tersebut dibawa dari pelataran parkir mengelilingi areal Pura.
Sesampainya kembali di pelataran parkir semua sarana upacara tersebut
dibakar menjadi satu.

- Upacara melasti kemudian dilanjutkan dengan upacara tawur agung yang
dilaksanakan di pelataran parkir Pura. Dalam upacara tawur agung ini
dihaturkan persembahan berupa caru yang ditujukan kepada para bhuta.
Setelah penghaturan caru dilakukan prosesi pengerupukan dengan
membunyikan kentongan dan membakar obor. Api dari obor dan suara dari
kentongan tersebut dibawa dari pelataran parkir mengelilingi areal Pura.
Sesampainya kembali di pelataran parkir semua sarana upacara tersebut
dibakar menjadi satu.
