Tour in bali with Rastha: pemandu wisata tunarungu

Disini saya akan menjelaskan tentang tempat pariwisata yang sangat menarik di bali,

pemandu wisata tunarungu

SEORANG penyandang tunarungu menjadi pemandu wisata bagi wisatawan tunarungu di Bali. Dalam keheningan, mereka menemukan keindahan Bali yang bening. Mereka yang tunarungu bisa memberdayakan diri lewat beragam profesi.

Pemandu tunarungu Arie Wahyu Cahyadi (28) menggerakkan jari-jari kedua tangannya dan sesekali diikuti gerakan tangan ke kanan atau seputaran wajah. Bibirnya mengucapkan kata-kata bahasa Inggris kepada wisatawan Australia, Brittany Grant dan Jaimilee Duce.

Sesekali mereka bercanda dan tertawa bersama ketika mengunjungi Sekolah Luar Biasa (SLB) Bagian B Negeri Pembina Tingkat Nasional Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali, Jumat (28/2). Bahkan, mereka berbaur dengan siswa-siswa di sana.

”Mereka (Brittany dan Jaimilee) berharap siswa-siswa tetap semangat belajar dan bekerja. Maklum, kondisi sekolah di negara mereka jauh lebih baik,” tutur Wahyu perlahan seperti berbisik menjelaskan jawaban isyarat dua tamunya.

Jaimilee yang sudah lima kali datang ke Bali mengandalkan Wahyu sebagai pemandu. Selama bersama tamu, Wahyu mengenakan udeng, ikat kepala khas Bali. Ia memakai kamen atau kain dan kaus berkerah warna hitam bertuliskan ”Balideafguide”.

Dengan membaca bibir, Wahyu bisa dengan lancar menjelaskan pengalamannya memandu turis-turis asing tunarungu. ”Kekurangannya” sebagai tunarungu justru memberikan nilai lebih di industri pariwisata Bali.